Selasa, 02 Agustus 2016

Homestay dan Guest House : Apa sih bedanya?

Tentu anda sering mendengar istilah Homestay atau Guest House di papan reklame pinggir jalan maupun di listing travel agent yang bertebaran di dunia maya. Istilah tersebut semakin ramai berhamburan mana kala situs pemesanan akomodasi juga semakin berkembang. Meski pilihan hotel tambah beragam dengan varian rate harga yang semakin terjangkau, keberadaan homestay / guest house tetap menjadi buruan para traveler atau turis lokal yang membutuhkan akomodasi dengan rate yang lebih terjangkau apalagi dengan jumlah rombongan yang dibawa cukup banyak.

Di Indonesia, pemaknaan homestay dan guest house sebetulnya tidak berbeda karena pemakaian istilah tersebut hanya bergantung pada keinginan sang pengusaha (pemilik rumah) untuk lebih sreg menggunakan istilah yang mana. Kedua istilah tersebut mempunyai kemiripan yang khas, yaitu unit rumah yang disewakan dengan jangka waktu sewa secara singkat yaitu harian atau bulanan. Berbeda dengan rumah kontrakan yang memiliki jangka waktu sewa yang lama yaitu tahunan dengan sistem perjanjian kontrak yang telah disetujui oleh penyewa dan pemilik rumah.
.
Berdasarkan beberapa pencarian dari berbagai sumber, 2 istilah tersebut dapat dibedakan dengan mudah (namun sebenarnya sulit juga). Beberapa ciri yang membedakan istilah tersebut diantaranya adalah rate harga yang dicantumkan didasarkan pada penyewaan untuk satu kamar atau satu rumah secara keseluruhan, jumlah kamar dan fasilitas yang tersedia, sistem dan aturan penyewaan, serta status kepemilikan dan siapa pengelolanya. 


Guest House
Tipe akomodasi ini biasanya merupakan rumah yang disewakan dan pemiliknya entah tidak diketahui kemana rimbanya karena rumah ini dikelola oleh pegawai. Area kamar dan tempat yang disewakan umumnya terpisah dari pihak pengelola atau pemilik rumah serta jumlah kamarnya pun lebih banyak daripada homestay. Status kepemilikan guest house tidak selalu mengarah pada perorangan, namun juga perusahaan atau organisasi.Sistem layanan untuk tamu juga mirip seperti hotel dengan fasilitas yang lengkap bahkan 24 jam. Sehingga kesan yang didapat dari sebuah guest house yaitu lebih profesional. Namun banyak juga guest house yang hanya menyewakan rumah beserta fasilitas yang ada tanpa layanan 24 jam sehingga tamu seperti berada di rumah sendiri dan mendapatkan privasi penuh selama menginap.


Homestay
Sedangkan untuk penginapan jenis ini biasanya disewakan langsung oleh pemilik rumah, dan area kamar atau tempat yang disewakan pun masih tergabung/menjadi satu dengan pemilik rumah. Untuk pengelolaannya pun masih secara mandiri tanpa ada pegawai yang turut campur. Bukan hal yang aneh apabila seorang tamu homestay dijamu oleh tuan rumahnya pada saat sarapan atau makan malam secara bersama-sama. Namun hal ini masih sangat jarang terjadi, tergantung kebiasaan masing-masing dari tiap pemilik rumah tersebut. Untuk beberapa kasus, sistem homestay adalah inisiatif dari universitas yang mengadakan program tukar tambah, eh maaf (-salah penulis), maksudnya program pertukaran pelajar dengan negara lain. Saat program ini diadakan, pihak kampus akan mencari pemilik rumah (atau kalau di luar negeri, istilah yang lazim adalah keluarga asuh) yang dapat menampung peserta pertukaran pelajar selama beberapa waktu. Sehingga hubungan tamu dan pemilik rumah dalam tipe akomodasi jenis ini biasanya lebih akrab dan kekeluargaan. Setelah kerja sama telah terjalin, pihak kampus akan memberikan biaya dan benefit sesuai jangka waktu program tersebut diadakan.
Namun khusus di Indonesia, terutama Jogja, istilah homestay kebanyakan mengacu pada penyewaan rumah harian seperti halnya guest house dengan harga yang relatif terjangkau dan ditujukan untuk tamu dengan jumlah banyak alias rombongan. Seperti pada Griya Anugerah Homestay Jogja yang menyewakan rumah secara harian untuk tamu rombongan. Bermacam-macam tujuan dari tamu yang menyewa rumah tersebut. Ada beberapa rombongan tamu yang menginap dalam rangka liburan, ada yang menyewa untuk transit rombongan keluarga dalam keperluan pernikahan, ada pula yang menggunakan rumah tersebut untuk tujuan makrab/rapat organisasi mahasiswa. Sayangnya, meski belum ada fasilitas sarapan pagi/makan malam, namun homestay yang satu ini tetap menjadi alternatif andalan bagi tamu yang telah menguji kenyamanan inap dari Griya Anugerah Homestay Jogja.

Kesimpulannya, Guest House dan Homestay merupakan istilah yang berbeda namun dengan makna yang sama. Hanya tergantung pada pemilik rumah ingin menggunakan istilah yang mana untuk usahanya. :p 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar